Title : kiss & hug
cast : park jung soo, kang sora
genre : romance
cast : park jung soo, kang sora
genre : romance
All cast belongs to god, themselves and their parents. But this story belong to
me. Happy reading.
Cinta datang kepada orang yang masih
mempunyai kepercayaan akan cinta itu kekal, sekalipun jarak serta waktu
memisahkan dua sejoli. Jalinan kasih yang terjalin antara dua sejoli yang
terpisahkan karena sebuah tugas bakti pada negara. Penantian yang tulus,
menanti sang kekasih kembali dalam dekapan. Keteguhan seorang wanita yang
menanti sang kekasih dari tugas bakti pada negara.
***
Sora POV
Beginilah pertahan diriku. Menunggu
selama 2 tahun. Dia – meninggalkanku untuk berbakti pada negara, mengabdikan
diri pada negara, menjalankan tugas negara sebagai warga negara yang taat pada
aturan. Sebagai kekasih yang baik tentunya aku harus merelakannya bukan? Tak
hanya diriku yang merasa ditinggalkan olehnya. Fansnya pun merasa rindu, rindu
akan tawanya, perlakuannya yang seperti malaikat. Malaikat? Ya—dia memiliki
hati yang suci. Tak khayal jika fansnya sangat mencintainya. Oh tuhan,
seberuntung itukah diriku? Memiliki kekasih yang berjiwa malaikat dan berhati
suci yang sangat menghormati fansnya. Dia – park jung soo, leader dari sebuah
male grup ternama yakni Super Junior.
-Dua tahun berlalu-
Kini aku berjalan di sebuah altar
gereja bersama dia— park jung soo, calon pendamping hidupku. Ratusan tamu
memenuhi tempat suci ini. menjadi saksi akan janji kisah cintaku dan jung soo.
Menjadi saksi janji suci diriku bersama jung soo dihadapan tuhan. Tempat suci
ini akan menjadi saksi bisu kisah cintaku bersama jung soo. Kutatap wajahnya
yang berwibawa, memancarkan sinar yang membuat siapapun yang berada disamping merasa
silau akan pancaran sinar yang berkilau dari wajahnya. Membuatku selalu ingin
menatap wajahnya. Kali ini matanya menatapku, senyuman tulus itu terukir
diwajahnya. Senyuman yang membuatku meleleh.
“gwencana sora-ya? Kau terlihat sedikit gugup.” Ujarnya. Inilah yang membuatku gugup. Senyumannya. “ani,oppa. Nan gwencana” ujarku menenangkannya. Dia sangat perfectionis. Dia merapikan poniku yang sedikit ‘nakal’ karna tertiup angin. Dia mendekatkan wajahnya didepan wajahku, jantungku mulai berdetak lebih dari biasanya. Aliran darahku mulai berjalan lebih cepat. “aku beruntung bisa menggandeng tangan halus milikmu. Aku beruntung bisa menikahi seorang wanita yang sangat cantik. Cantik hati serta wajah. Kau tau sora-ah, pertama kali aku bertemu denganmu karna sebuah program stasiun televisi, aku hanya menganggapmu sebagai rekan kerja. Tapi seiring berjalannya waktu, aku tak bisa menahan perasaanku. Asal kau tau sora-ya, bagiku kecantikan wajah serta tubuh bukanlah suatu hal yang paling penting, tetapi kesucian hatimu, ketulusan cintamu serta penantian tulusmu adalah hadiah terindah dari tuhan bagiku. Sora-ya saranghae.” Ucap jung soo panjang lebar. Aku hanya terpaku mendengar penuturannya akan diriku. Aku mencoba mencari sebuah kebohongan dari matanya, namun hanya ketulusan yang terpancar dari kedua matanya. “nado saranghae, oppa” sahutku lirih.
“gwencana sora-ya? Kau terlihat sedikit gugup.” Ujarnya. Inilah yang membuatku gugup. Senyumannya. “ani,oppa. Nan gwencana” ujarku menenangkannya. Dia sangat perfectionis. Dia merapikan poniku yang sedikit ‘nakal’ karna tertiup angin. Dia mendekatkan wajahnya didepan wajahku, jantungku mulai berdetak lebih dari biasanya. Aliran darahku mulai berjalan lebih cepat. “aku beruntung bisa menggandeng tangan halus milikmu. Aku beruntung bisa menikahi seorang wanita yang sangat cantik. Cantik hati serta wajah. Kau tau sora-ah, pertama kali aku bertemu denganmu karna sebuah program stasiun televisi, aku hanya menganggapmu sebagai rekan kerja. Tapi seiring berjalannya waktu, aku tak bisa menahan perasaanku. Asal kau tau sora-ya, bagiku kecantikan wajah serta tubuh bukanlah suatu hal yang paling penting, tetapi kesucian hatimu, ketulusan cintamu serta penantian tulusmu adalah hadiah terindah dari tuhan bagiku. Sora-ya saranghae.” Ucap jung soo panjang lebar. Aku hanya terpaku mendengar penuturannya akan diriku. Aku mencoba mencari sebuah kebohongan dari matanya, namun hanya ketulusan yang terpancar dari kedua matanya. “nado saranghae, oppa” sahutku lirih.
Kini jungsoo oppa mengatakan janji
sehidup semati kita dihadapan pendeta, dihadapan tuhan. Janji seumur hidup
untuk selalu menjagaku dalam dekapan hangatnya. Begitupun denganku. Oh tuhan,
sungguh ini adalah moment paling berharga dalam hidupku. Aku....mencintaimu
park jung soo.
“saranghae, noona park.”
“nado saranghaeyo park jung soo”
“nado saranghaeyo park jung soo”
Dan, seketika audience mengatakan
‘kiss and hug’ ‘kiss and hug’ begitu keras. Jung soo oppa mendekatiku dan..
CHU~
-the end-
Terimakasih dan maaf ya. Ini ff
drabble pertama author. Give ur comment. Ur comment is author’s spirit. ^^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar