Jumat, 26 Desember 2014

percaya sama pandangan pertama?

Kalian percaya nggak sama cinta pandangan pertama? Sekali lihat langsung jatuh hati gitu? Dari dulu selama sejarah pencarian cowok-ganteng-versi-aku itu nggak pernah ya sekali lihat sampai bikin jatuh hati. Makanya DULU aku nggak percaya sama cinta pandangan pertama. Kesannya aneh dong, ketika kita jatuh cinta hanya dalam hitungan menit? padahal kebiasaan mendulang Dengan prinsip “jatuh cinta butuh proses” itu kayaknya jatuh cinta pandangan pertama itu sulit buat dibilang jatuh cinta. jatuh cinta tak semudah itu mungkin ya. Mudah sebenarnya untuk berkata aku-sedang-jatuh-cinta. tapi apa benar-benar itu memang jatuh cinta? atau hanya sekedar mengagumi? Itu yang bikin mikir ‘ini pandangan pertama apa mengagumi?’ jatuh cinta emang gampang. Tapi untuk membuat orang lain jatuh pada cinta kita itu yang butuh proses. Nah, dalam proses itu yang perlu perjuangan, pengorbanan yang akan berakhir dengan bahagia atau bahkan dengan harus rela melepaskan. Kenapa perjuangan? Karena kita sebagai orang yang sedang jatuh cinta butuh feedback, yaitu perasaan yang sama dari orang yang kita cintai. Kenapa pengorbanan? Karena kita harus pinter-pinter cari akal gimana caranya bikin dia memberikan perasaan yang sama kepada kita, merupakan fase lanjutan dari perjuangan nih. Inilah fase-fase yang biasa dikenal PDKT yang orisinil alias masa-masa pendekatan (bukan singkatan pdkt yang lain haha). Dan setelah masa-masa PDKT dengan perjuangan dan segala pengorbanan baru deh saat-saat menentukan kelanjutan hubungan. Yang akan berakhir dengan bahagia atau tidak. Berakhir bahagia, enak ya kalo jatuh cinta pada pandangan pertama kita bisa tembus dengan hubungan yang indah ( re: pacaran ) atau malah kebalikannya, berakhir dengan harus merelakan. Yang kayak gini mungkin bisa aja ada beberapa faktor. Kayak dia itu emang nggak suka sama kamu, dia emang ganiat untuk punya hubungan sama kamu atau yang lebih sakit, dia udah punya hubungan dengan orang selain kamu. Alias udah punya pacar. Disinilah saat-saat untuk gagal mendapatkan cinta dari pandangan pertama kita. Sedih? Iya. Kadang juga sedih atau bahakan berakhir dengan penyesalan karena Allah telah mempertemukan kalian. Tapi, masa mau nyalahin Allah? Ada sebaris kalimat yang aku inget nih “We don’t meet people by accident. They are meant to cross our path for a reason” maksudnya kita itu ketemu orang bukan karena kebetulan. Allah sudah punya alasan kenapa kita harus ketemu atau bahkan berkenalan dengan dia. Jadi, intinya nggak usah menyesali sebuah pertemuan. Toh awalnya juga seneng dapet cinta pandangan pertama sampai rela berjuang, jangan hanya karena gagal pada akhrinya jadi menyalahkan sebuah pertemuan. Nggak ada juga sesuatu hal karena kebetulan. Semua terjadi karena sebuah alasan. Nggak ada buah jatuh dari pohon yang tanpa alasan, mereka menjatuhkan diri dari pohon karena memang sudah waktunya berbuah atau karena busuk. Sama seperti perasaan kita ketika jatuh cinta. karena selalu ada alasan. Tapi jatuh cinta emang butuh alasan? Nggak, bukan sepenuhnya seperti itu. Maksudnya hanya untuk memperjelas bahwa tidak ada jatuh cinta yang kebetulan.

So, nggak usah mengelak deh kalo beneran lagi ngalamin pandangan pertama. Yaudah jalani aja dulu. Gausah gengsi untuk memulai dahulu. Percaya aja deh, kalo jatuh cinta pandangan pertama itu emang ada. bagi yang belum pernah ngalamin pasti nggak percaya. Yaudah jalani aja dulu.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar